Kupon Berhadiah Kecoh 200 Orang

Kupon Berhadiah Kecoh 200 Orang
Kamis 28 Februari 2008, Jam: 10:21:00
JAKARTA (Pos Kota) – Aksi penipuan berkedok undian berhadiah makin merajalela. Berbagai macam modus dilancarkan oleh para pelaku. Praktik penipuan yang paling meresahkan warga akhir-akhir ini adalah memasukkan kupon berhadiah ke dalam bungkus sabun deterjen.

Dalam kupon tersebut disebutkan pemilik kupon telah mendapatkan hadiah berupa mobil. Namun untuk memperolehnya, pemilik kupon diminta mentransfer uang jutaan rupiah sebagai biaya administrasi kendaraan seperti bea balik nama, STNK/BPKB dan lain sebagainya.

Untuk meyakinkan korban, pelaku mencatut nama dan tanda tangan pejabat Polri serta instansi pemerintahan. Bahkan mereka juga berani membubuhkan logo sejumlah stasiun televisi swasta sebagai sponsornya dalam kupon tersebut.

Modus operandi penipuan yang satu ini ternyata cukup ‘manjur’ untuk mengecoh korban-korbannya. Buktinya, dalam 6 bulan terakhir, Polda Metro Jaya mengaku kebanjiran pengaduan.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol I Ketut Untung Yoga Ana, dalam kurun waktu itu pihaknya menerima 200-an lebih pengaduan warga berkaitan penipuan tersebut.

IMING-IMING HADIAH
Sejumlah warga yang diwawancarai Pos Kota rata-rata mengaku tertarik dengan iming-iming hadiah mobil yang ditawarkan pelaku. Mereka semakin yakin karena di kupon itu tertera sejumlah nama di antaranya para petinggi Polda Metro Jaya mulai dari Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Adang Firman, Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Djoko Susilo, dan juga Kabid Humas, Kombes Pol, I Ketut Untung Yoga Ana.

“Bagaimana tak percaya kalau di kupon itu tercantum nama pejabat Polda Metro Jaya,” kata Rohman, warga Cianjur, Jawa Barat.

Beruntung Rohman tidak gegabah dan mengeceknya ke Polda Metro Jaya. Setelah mendapatkan penjelasan dari petugas di polda, akhirnya dengan raut wajah kecewa mereka pulang kembali ke daerahnya.

Rohman mengaku mendapatkan kupon dari sebuah bungkusan deterjen. Kupon itu ditemukan istrinya saat hendak mencuci pakaian. Betapa terkejutnya istri Rohman mendapatkan kupon yang menyebutkan ia akan mendapatkan Toyota Kijang Innova.

Setelah meghubungi nomor telepon yang ada di dalam kupon, Rohman diminta pelaku untuk mentransfer uang sejumlah Rp7,5 juta. “Untung saja, saya ngecek dulu ke polda. Kalau tidak amblas deh uang saya,” kata Rohman usai berkonsultasi dengan petugas di bagian Humas Polda Metro Jaya.

Penipuan ini bahkan nyaris saja menimpa Kasubdit Publikasi Polda Metro Jaya, AKBP Wuri Handayani. Wanita itu mengaku pernah mendapat kupon undian berhadiah sebuah mobil Toyota Avanza. Namun naluri polisinya saat itu mencurigai bahwa hal itu adalah sebuah penipuan.

“Saya beli sabun colek, setelah dibuka ternyata ada kupon tersebut. Saya mencoba hubungi nomor telepon yang tertera namun tidak tersambung,” ungkapnya.

SATU JAM MOBIL DI TANGAN
Cerita serupa dilontarkan Prayitno, 60, warga Kompleks Pertamina, Curug, Cimanggis, Depok. Menurut mantan karyawan Pertamina ini, pada Selasa (26/2) lalu, dirinya hampir saja termakan tipuan kupon dalam deterjen yang menyebutkan ia mendapatkan mobil Suzuki Swift.

Prayitno mengatakan ia mendapatkan kupon itu dari dalam bungkus deterjen yang dibelinya dari sebuah swalayan di kawasan Cimanggis.

Ketika Budinuryanti, istrinya, ingin menyuci dan membuka bungkusan deterjen, ternyata di dalamnya ada sebuah kupon. Setelah menelpon ke nomor yang tertera di kupon, ia diminta mentransfer uang sebesar Rp7.475.000.

Kata pelaku, uang itu untuk mengurus surat-surat mobil itu. Janjinya, dalam waktu satu jam setelah uang ditransfer, mobil langsung sampai ke tangan korban.

”Karena curiga, saya datang ke Polsek untuk meminta konfirmasi. Ternyata ini penipuan,” ucap prayitno.

POLISI GERAM
Menyusul maraknya praktik penipuan berkedok undian berhadiah ini, warga pun minta agar polisi segera membekuk pelakunya. “Ini sangat meresahkan. Polisi harus segera membekuknya,” kata Tari, 28, warga Benhil, Jakpus, yang juga pernah menjadi korban penipuan ini.

Tak hanya Tari yang kesal dengan ulah sindikat ini. Pihak Polda Metro Jaya juga mengaku geram dengan aksi kawanan penipu ini, apalagi dalam praktiknya mereka mencatut nama penjabat kepolisian.

Menurut Ketut Yoga Ana, modus yang dilancarkan para pelaku dengan mendompleng produk sabuk cuci, sabun mandi, maupun produk lain, akan segera diberantas.

“Undian ini seolah-olah benar karena tertera legalitas dari institusi pejabat daerah, perusahaan, dan notaris,” ujar Ketut kepada Pos Kota, Rabu (27/2).

Dia pun mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terpancing dengan segala bentuk penipuan semacam itu. Korban kasus penipuan ini, kata Ketut, sebagian besar adalah warga luar Jakarta.

“Kami akan bekerja sama dengan pemilik produk untuk menangkap sindikat ini,” tegasnya.

LACAK NOMOR TELEPON
Ketut mengatakan dalam mengungkap kasus ini, pihaknya akan melakukan pengejaran dengan menggunakan alat pendeteksi keberadaan pemegang telepon seluler milik pelaku.

Dugaan pihak kepolisian sementara ini, dalam aksinya kawanan ini berbelanja produk sabun deterjen atau sabun cuci dalam partai besar.

Oleh kawanan itu, satu persatu bungkusan deterjen itu dibuka lalu dimasuki kupon. Setelah itu bungkusan itu dipress lagi oleh pelaku sehingga tampak seperti semula.

“Kami mengimbau masyarakat jika mendapat kupon itu jangan langsung menghubungi nomor telepon yang tertera di situ. Lebih baik hubungi layanan komsumen atau ke instansi yang tertera di dalam kupon tersebut,” tambah Ketut.

MODUS PENIPUAN
1. Lewat SMS, memberitahu pelanggan mendapatkan hadiah uang atau mobil. Pelaku minta ditransfer sejumlah uang.

2. Surat pemberitahuan pemenang undian. Padahal korban tidak pernah mengikuti undian. Korban tertarik karena pelaku menyertakan tandatangan pejabat depsos dan polda.

3. Telepon ke rumah korban. Pelaku memberitahu korban telah mendapat hadiah uang atau kendaraan. Pelaku minta ditransfer uang.

4. Mengaku dari rumah sakit atau dokter memberitahukan korban melalui telepon bahwa keluarganya ada yang kecelakaan dan harus segera dioperasi. Karena operasi memerlukan biaya, korban diminta mentransfer sejumlah uang.

5. Penipu mengaku dari operator telepon menjanjikan hadiah sepeda motor atau mobil. Syaratnya, korban diminta membeli voucher pulsa dan mengirimkan nomornya ke pelaku.

(wandi/edi/helmi/ok)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: